Skip to Content
Admin Sekolah
Admin Sekolah
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Dear Me: Maaf, Terima Kasih, dan Aku Bangga

Halo, diriku yang sedang membaca tulisan ini. Kapan terakhir kali kita benar-benar duduk berdua, tanpa distraksi notifikasi HP atau tumpukan tugas sekolah, lalu mengobrol jujur? Rasa-rasanya kita terlalu sibuk berlari sampai lupa untuk sekadar menyapa diri sendiri.

Melalui tulisan singkat ini, aku ingin menyampaikan tiga hal yang sudah lama tertahan di dalam dada: sebuah permohonan maaf, sebuah ungkapan terima kasih, dan sebuah pengakuan bahwa aku bangga padamu.

Foto oleh Miguel Bruna di Unsplash


Maaf, karena Sering Menjadi Kritikus Terkejammu

Hal pertama yang ingin aku katakan adalah maaf.

Maaf karena aku sering kali menjadi orang pertama yang meragukan kemampuanmu saat tantangan baru datang. Aku minta maaf karena sering membandingkan proses belajarmu dengan pencapaian estetik orang lain di media sosial, seolah-olah kamu berjalan terlalu lambat.

Maaf karena kadang aku memaksamu memakai "topeng" sempurna agar disukai semua orang, padahal saat itu kamu hanya sedang lelah dan butuh istirahat. Aku sering lupa bahwa kamu juga manusia biasa yang punya hak untuk berproses, berbuat salah, dan gagal.

Terima Kasih, karena Tidak Pernah Memilih untuk Menyerah

Hal kedua adalah terima kasih yang tak terhingga.

Terima kasih karena meski sering aku hakimi, kamu tetap memilih untuk bangun setiap pagi, memakai seragam, dan menghadapi hari. Terima kasih sudah bertahan melewati malam-malam sepi yang penuh rasa cemas tentang masa depan, ujian yang nilainya di luar ekspektasi, atau drama pertemanan yang menguras energi.

Terima kasih karena selalu menemukan alasan untuk kembali tersenyum. Kebaikan hatimu, banyolan-banyolan kecilmu bersama teman, dan caramu menyemangati orang lain di saat dirimu sendiri sedang rapuh adalah hal yang sangat luar biasa.

Dan Aku Bangga, pada Setiap Jengkal Langkahmu

Terakhir, aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat bangga padamu.

Aku bangga bukan karena kamu selalu menjadi nomor satu, tapi karena kamu selalu berani mencoba lagi. Aku bangga pada setiap keputusan kecil yang kamu ambil untuk menjadi orang yang lebih baik dari kemarin—mulai dari berani mengutarakan pendapat di kelas, belajar keterampilan baru, hingga belajar memaafkan masa lalu.

Kamu yang hari ini adalah hasil dari seluruh luka yang berhasil kamu sembuhkan dan tawa yang berhasil kamu rawat. Kamu kuat, lebih dari yang sering kamu bayangkan.

Catatan Pengingat untuk Hari Esok

"Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk menjadi berharga. Cukup jadilah dirimu sendiri yang terus bertumbuh."

Untuk hari-hari ke depan yang mungkin tidak akan selalu mudah, mari kita buat janji baru. Mari kita kurangi porsi mencela diri dan perbanyak porsi menghargai usaha.

Terima kasih sudah berjuang sejauh ini, diriku. Mari melangkah lagi dengan kepala tegak, pelan-pelan saja, karena versi terbaikmu sedang menanti di depan sana.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?